Wednesday, 20 March 2013

Psikologi Pendidikan - Motivation Belajar

BELAJAR DAN MOTIVASI (Learning & Motivation)

 1. Proses Usaha, bahan, waktu, & tempat/lingkungan.
  2. Perilaku (behavior) - Tampak (overt), dan - Tidak tampak (covert) atau potensial
 3. Perubahan tersebut akibat pengalaman/latihan, bukan karena: - sakit, - kelelahan, - obat-obatan, atau - 
    kematangan

Contoh: Seorang anak belajar ---> membaca, menulis, berhitung, berjalan, berenang, bermain piano, dsb. Teori Thorndike S-R ====> Stimulus-Responce Connection Theory

1.The Law of Readiness
 a) Suatu perbuatan yang sudah siap dilakukan, maka melakukannya mendapat kepuasan (satisfying).
 b) Suatu perbuatan yang tidak siap dilakukan, maka tidak melakukannya mendapat kepuasan (satisfying).
c) Suatu perbuatan yang tidak siap dilakukan, kmd dipaksa melakukan, maka melakukannya akan mendapat kekecewaan (unsatisfying). Implikasi: - Guru harus memperhatikan kesiapan anak. (kematangan dan pengalaman/pengetahuan yang dimiliki). - Perlu dilakukan pretes pada anak.

2. Law of Excercise

 a) Law of use Hubungan S-R menjadi kuat karena sering dilatih.
 b) Law of disuse Hubungan S-R menjadi lemah karena tidak dilatih.
 Implikasi:
 a. Di kelas harus banyak latihan, menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.
 b. Diberi tugas mereview untuk mempertahankan hubungan S-R dalam waktu lama.

3.The Law of Effect Hubungan antara stimulus dan respons menjadi lebih kuat atau lemah, sangat tergantung
   pada konsekuensi dari respons terhadap stimulus itu.

a. Jika mendapat kepuasan ----> S-R kuat b. Jika mendapat kekecewaan ----> S-R lemah Implikasi: b.Tugas belajar dibuat menyenangkan dan menarik siswa.
c. Tugas belajar disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Agama 4 (3) 17-10-12 -------------prinsip tambahan-------------
  1. Spread of Effect Penyebaran efek di sekitar stimulus.
  2. Belongingness Asosiasi efek yang cenderung saling memiliki.
  3. Respons by Analogy Respons terhadap stimulus yang baru sangat tergantung pada respons terhadap
      stimulus yang mirip dan sudah dikenal sebelumnya.
d. Familiar to unfamiliar (identik atau tidak) e. Identical element theory of transfer Implikasi umum bagi pendidikan-pelatihan

1. Kesiapan anak/pelajar (kematangan)itu penting.

2. Belajar melalui trial and error, bukan insight.

 3. Belajar secara bertahap (small step).

4. Transfer pengalaman (harus identik)

.Psi (3)4-11-12 Teori Operant Conditioning (Skinner)

 Belajar merupakan hasil dari penguatan (reinforcement) hubungan antara S-R. Penguatan (reinforcement) Segala sesuatu yang jika diberikan (dihadirkan) atau diambil (ditiadakan) setelah perilaku (respons) yang diinginkan terjadi, maka dapat meningkatkan atau mempertahankan perilaku (respons) tersebut. Jenis penguatan * Penguatan positif Menghadirkan sesuatu yang bernilai positif; misal ===> makanan, ucapan baik, senyuman * Penguatan negatif Mengambil/ meniadakan sesuatu yang bernilai negatif; misal ===> omelan, ancaman, muka cemberut The value of what is given or taken away Positively valued Negatively valued Cell A Positive reinforcement Cell B Cell C Cell D Negative reinforcement Gambar 1. Jenis penguatan positif dan negatif (type of reinforcement) Penguat primer dan sekunder * Penguat primer ===> kebutuhan fisik (makanan) * Penguat sekunder ===> kebutuhan psikologis-sosial (pujian, uang, medali emas,keakraban) Jadwal pemberian penguatan Contingent Reinforcement Penguatan diberikan terhadap perilaku (respons) yang diinginkan dengan syarat tertentu.

Contoh: f. Jika kamu selesai belajar, kamu boleh menonton tv.

g. Minum obat dulu, baru kamu boleh bermain. Prinsip dari Premack h. Apa saja yang disukai orang dapat digunakan untuk memperkuat (reinforcer) perilakunya.

 i. Aktivitas yang lebih disukai pada waktu

X dapat menjadi penguat aktivitas lain yang kurang disukai pada waktu

X pula. Contingency Contract (perjanjian/ kesepakatan)

1. Pembayaran perjanjian (reward) harus segera diberikan sesudah perbuatan yang diinginkan tersebut dilakukan.

2. Reward dapat mulai diberikan sedikit, jika sudah menunjukkan tanda-tanda ke arah perilaku yang diinginkan.

3. Pada awalnya reward agak sering diberikan meski kecil, lalu akhirnya dikurangi frekuensinya.

 4. Perjanjian bersyarat seharusnya bertujuan untuk penyelesaian tugas, bukan perolehan reward.

5. Perjanjian harus dibuat secara fair dan seimbang antara penguat (reward) dengan usaha.

 6. Istilah yang digunakan dalam perjanjian harus jelas dan sebaiknya tertulis dengan bahasa sederhana dan singkat.

 7. Perjanjian harus dilakukan dengan jujur. 8. Perjanjian harus menggunakan penguat positif. Contoh: j. Jika kalian bisa tenang, pelajaran segera saya mulai (P) k. Jika kamu rajin belajar, saya tidak mengomeli kamu

(N) Menghapus Perilaku Belajar tentang bagaimana tidak melakukan suatu perbuatan sama pantingnya dengan belajar melakukan suatu perbuatan. “Meniadakan respons terhadap suatu stimulus melalui penerapan hukuman” Hukuman (Punishment) Segala sesuatu yang jika diberikan atau diambil, dapat mengurangi munculnya respons/perilaku yang tidak diinginkan. Jenis Hukuman The value of what is given or taken away Positively valued Negatively valued Cell A Positive reinforcement Cell B Punisment

1 Cell C Punishment 2 Cell D Negative reinforcement Gambar

2. Type of Reinforcement and Punishment Hukuman Tipe

1 Memberikan sesuatu yang mempunyai nilai negatif Contoh: Murid yang tidak mengerjakan PR, harus berdiri di depan kelas. Efektivitas

 l. Segera diambil tindakan begitu perilaku yang tidak diinginkan muncul

. m. Hukuman diberikan jika orang tidak dapat menghindar dari perbuatan tersebut.

n. Hukuman diberikan setimpal dengan perbuatannya.

o. Orang harus mempunyai alternatif lain yang lebih disukai.

Sebaiknya hukuman p. Diberikan peringatan lebih dulu.

q. Harus digunakan secara hati-hati, jangan mengakibatkan luka fisik/psikis-emosional

r. Diberikan penjelasan yang rasional. Hukuman Tipe

2 Mengambil atau meniadakan sesuatu yang bernilai positif. Hukuman tipe

 2 ini lebih disukai di sekolah.
 a. Time-out Kehilangan kesempatan untuk memperoleh penguat jika orang melakukan perbuatan yang salah. Misalnya: tidak jadi pergi, tidak boleh bermain

b. Response cost (denda) Menarik kembali apa yang sudah diberikan. Misal: membatalkan kemenangan, menarik kembali hadiah yang pernah diberikan.

Catatan: Apakah reinforcement and punishment dapat memotivasi siswa untuk belajar? Berikan contoh! Observational Learning Theory (Bandura) “Teori belajar sosial (social learning theory)” “Teori belajar model (meniru orang lain)” Belajar melalui mengamati orang lain dalam bersikap dan berperilaku tertentu, baik langsung atau melalui media elektronik.

Orang Model: Olahragawan, artis, pembalap, guru, orangtua, tokoh masyarakat atau pemimpin, dan orang-orang sukses yang diidolakan. Melalui mengamati perilaku seseorang yang menjadi model, akan dapat mempengaruhi perilaku kita di kemudian hari. Contoh: anak-anak bertindak agresif setelah menonton film-film yang bertema kekerasan di TV (Hasil penelitian Bandura)

 1. Kita dapat belajar perilaku yang baru dari orang model.

2. Model dapat juga memfasilitasi kesiapan respons.

3. Model dapat menekan atau membebaskan respons, tergantung pada konsekuensi dari tindakan model. Tahapan belajar sosial
1. Atensi (perhatian),

2. Retensi (penyimpanan di dalam ingatan),

3. Reproduksi (penggalian kembali dari gudang ingatan), dan 4. Motivasi (konsekuensi dari perbuatan yang ditiru) Bandura membedakan antara performance dengan learning Psikologi

 (4) 25-10-12 Motivavasi Belajar -Energizer, alasan di balik suatu perbuatan belajar, -Segala sesuatu yang kehadirannya menimbulkan respon untuk melakukan tindakan belajar (memulai belajar, mengarahkan, mempertahankan, dan mengakhirinya) -Motivation is what energizes us and directs our behavior to particular goals

1. Motivasi Intrinsik (ingin tahu, agar bisa, mahir, terampil, berharga)

2. Motivasi Ekstrinsik (pengakuan, hadiah, penghargaan, pujian, uang, jabatan)

3. Motivasi Berprestasi (achievement motivation) (standard excellent, the real success, superior, perfect/sempurna, best of the best) Implikasi

1. Guru menjelaskan tujuan pengajaran dan kegunaan belajar suatu materi pelajaran bagi perkembangan kehidupan siswa.

2. Guru memberi reinforcement atas aktivitas dan hasil belajar yang dicapai siswa.
3. Guru menuntut siswa agar mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh dan mencapai prestasi yang istimewa.

 15 Principles of Motivational Classroom Teaching *Motivation is what energises us and directs our behavior to particular goals. *Success and failure and perceived competence are also vital determinant of motivation

. 1.Begin the lesson by demonstrating the value of well-directed motivation. Example, introducing new tasks.

 2.Tell student exactly what you want accomplished. Example: Clear objective statement. 3.Encourage student to set short-term goals.
 4.Using spoken and written praise. Using praise (saying Good, Great, wonderful, excellent, or Fine work) contingent on appropriate performance.

 5.Use tests and grades judiciously. Tests and grades are the basis of social reward. Such as approval, promotion, graduation, certification, admission to colleges and professional school, better job, higher prestige, more money, and greater responsibility.

 6.Capitalise on the arousal value of suspense, discovery, curiosity, exploration, control and fantacy.

7.Whet the appetite. Give students a small sample of the reward before they make an effort to learn.
 8.Occasionally do the unexpected.
9.Use familiar material as examples.
10.Use unique and unexpected contexts when applying concepts and principles.

 11.Encourage students to use what they have previously learned.

 12.Use simulations and games.

13.Minimise the attractiveness of competing motivational systems.

14.Minimise any unpleasant consequences of student involvement.

15.Understand the social climate of the school. The school is small society. It creates a social climate which has motivational effects. Academic climate

15 Principles of Motivational Classroom Teaching *Motivation is what energises us and directs our behavior to particular goals. Sesuatu yang: -memberi kita energi, dan -mengarahkan perilaku kita kpd tujuan tertentu.

1.Memulai pelajaran dengan menunjukkan nilai-manfaat (value) motivasi yang terarah dengan baik. Misalnya, memperkenalkan tugas-tugas baru kepada siswa.

 2.Menyampaikan kepada siswa secara tepat tentang apa yang diinginkan guru untuk diselesaikan. Misalnya, menyatakan tujuan secara jelas kpd siswa.

3.Mendorong siswa untuk menetapkan tujuan-tujuan jangka pendek.

  4.Menggunakan pujian secara lisan dan tertulis atas kinerja yang sesuai dari siswa. Misalnya ucapan, good,
  great, wonderful, excellent, or fine work

  5.Menggunakan tes dan peringkat secara adil. Sbb. Tes dan peringkat menjadi dasar pemberian social
  reward. Misalnya, pengakuan, promosi, peringkat, sertifikat, syarat masuk universitas, sekolah professional, jabatan yang baik, uang dan prestasi yang lebih tinggi.

 6.Menegaskan nilai arousal (semangat) dari keraguan, penemuan, rasa ingin tahu, eksplorasi, pengendalian
  dan fantasi

  7.Memberi siswa satu contoh kecil mengenai reward sebelum mereka melakukan usaha belajar

  8.Kadang-kadang guru perlu melakukan sesuatu di luar dugaan siswa.

  9.Menggunakan bahan yang familier sebagai contoh.

 10.Menggunakan konteks yang unik dan di luar harapan siswa ketika menerapkan konsep-konsep dan
    prinsip-prinsip.
 11.Mendorong siswa-siswa untuk menggunakan apa yang pernah dipelajari sebelumnya.

 12.Menggunakan simulasi dan permainan.

 13.Memperkecil ketertarikan pada sistem motivasi yang Kompetisi (persaingan)

14.Memperkecil setiap konsekuensi yang tidak menyenangkan dari keterlibatan siswa

15.Memahami suasana social di sekolah. Suasana social memiliki dampak pada motivasi belajar siswa.

Suasana akademik (academic climate) berdampak positif pada motivasi belajar siswa. Memori, Lupa dan Tranfer belajar Memory (ingatan)

Penyimpanan (pemeliharaan) pengetahuan yang dipelajari ke dalam gudang ingatan
1. Short-term memory (STM) -- working memory
2. Long-term memory (LTM) Implikasi

1. Mengorganisasikan pengetahuan menurut pola tertentu (bagan linier, bercabang, urutan) .
 2. Menyajikan materi belajar di dalam bentuk visual selain verbal.
3. Meminta siswa memproses informasi yang diberikan guru secara mendalam (deeper level)
 4. Melakukan pengulangan-pengulangan melalui pemberian latihan yang memadai. Lupa (forgeting)

Kegagalan menggali pengetahuan yang pernah dipelajari dan telah disimpan di dalam ingatan

 1. Decay theory
 2. Interferrent theory
3. Cue dependent forgeting theory Implikasi

1. Di sekolah harus sering diberi tugas untuk menggali kembali dan menggunakan pengetahuan yang pernah dipelajari siswa.

2. Materi pengajaran harus focus pada pengetahuan, konsep, atau keterampilan khusus pada suatu waktu.

3. Materi yang dipelajari harus jelas isyarat-isyarat utama; fisik, verbal dan nonverbal. Transfer belajar Pemindahan apa yang pernah dipelajari di sekolah ke dalam pelajaran yang lain atau tugas di luar sekolah “Pemindahan hasil belajar”

 1. Teori disiplin formal (psikologi daya)
2. Teori elemen identik (Thorndike)
3. Teori generalisasi (prinsip) (C. Judd) Pola, struktur dasar, kaidah, konsep umum Implikasi

 1. Di sekolah harus sering diberi tugas untuk melatih daya-daya yang dimiliki siswa (daya nalar, daya ingat, daya emosi, daya imajinasi)

2. Materi dan tugas belajar di sekolah harus dibuat memiliki sejumlah kesamaan dengan tugas dan pekerjaan di luar sekolah (kehidupan nyata)

3. Siswa diajarkan pengetahuan yang bersifat prinsip, kaidah, pola, struktur, dan prosedur yang nanti dapat diaplikasikan di dalam kehidupan nyata.

Desain Pengajaran (instruksional) Pengajaran kelompok

1. Kelompok yang terdiri dari dua orang (tutorial, mentor). Satu orang siswa, satu orang guru atau siswa asisten.

2. Kelompok kecil (terdiri 3 sampai 8 orang siswa)

3. Kelompok besar (lebih dari 15 orang) 4. Kelompok sangat besar (75- 100 siswa) Pengajaran individual (Individualized Instruction) Karakteristik

  1. Rencana studi mandiri

 2. Program studi yang dikelola sendiri

 3. Program berpusat pada siswa (learner-centered program) 4. Belajar menurut kecepatan sendiri

5. Pengaturan pengajaran menurut siswa sendiri

 6. Kombinasi kelompok besar dan kecil

7. Pendekatan sistem -Mempertimbangkan jenis-jenis bukti yang berbeda untuk menentukan nilai akhir. -Menentukan bobot dari komponen nilai siswa

1.Tes formatif 20%
2.Ujian akhir 25%
3.Ulangan harian 20%
4.PR 5%
5.Laporan oral 10%
6.Proyek 20% Motivasi dan usaha ?
A B C D E F (+/-) (selain akademik)

No comments:

Post a Comment